Bisakah Bayi Prematur Melakukan IMD?

2 tahun yang lalu
Oleh : Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo Sp. A (K)


Manfaat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang antara lain sebagai stimulasi awal sensori bayi baru lahir kian diketahui banyak masyarakat. Tetapi, bagaimana bila bayi lahir prematur, bolehkan dilakukan IMD?

Langkah-langkah IMD

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya kita mengenal dahulu apa langkah-langkah yang dilakukan dokter atau perawat pada pelaksaan IMD pada bayi lahir cukup bulan dan sehat.

  1. Setelah lahir bayi dikeringkan secepatnya oleh petugas kesehatan, kecuali kedua tangannya, karena bau cairan ketuban pada telapak tangan yang akan membantu bayi mencari puting susu ibunya. Demikian pula dengan lemak putih alami (vernix caseosa) yang tetap dipertahankan untuk melindungi kulit bayi baru lahir.

  2. Bayi ditengkurapkan di perut ibu. Kulit bayi melekat dengan kulit ibu. Posisi kontak kulit dengan kulit (skin-to-skin contact) ini dipertahankan selama satu jam atau setelah menyusu awal selesai. Keduanya, ibu dan bayi, diselimuti. Jika perlu bayi dikenakan topi.

  3. Bayi dibiarkan merayap, mencari puting susu ibu. Bayi dapat dirang- sang ibu dengan sentuhan lembut, namun tidak memaksanya ke puting susu.

  4. Ayah dapat membantu ibu mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu.

  5. Bayi baru dipisahkan dari ibu untuk ditimbang, diukur dan dicap kaki setelah satu jam atau menyusu awal selesai.

 

Boleh, asalkan…

Mengingat manfaatnya, IMD boleh dilakukan pada bayi prematur lanjut (late preterm), yaitu bayi prematur dengan usia gestasi >34 minggu atau dengan berat lahir >2000 gram. Selain itu dibutuhkan syarat lainnya, yaitu suhu bayi stabil antara 36,5-37,5ºC, bernapas spontan tanpa alat bantu napas, serta gula darah dapat dipertahankan ≥50 mg/dL.

Kendala utama yang tidak memungkinkan dilakukannya IMD pada bayi prematur seperti layaknya bayi lahir cukup bulan dan sehat adalah kondisi medis bayi yang umumnya belum stabil, lemah, mudah kedinginan, cadangan gula dalam tubuhnya rendah, butuh alat bantu napas, refleks hisap belum sempurna, dll.

Bila kondisi bayi prematur belum mampu untuk pelaksanaan IMD, maka inisiasi menyusu dapat ditunda setelah kondisi bayi stabil, dan ibu tetap diupayakan memerah ASI untuk diberikan kepada bayi melalui selang atau pipa yang dimasukkan dari mulut ke lambung (orogastric tube/OGT).

 

IMD a la bayi prematur

Orang tua perlu menyadari kondisi khusus bayinya yang lahir prematur, sehingga apabila bayi tidak memungkinkan melakukan IMD, maka tidak perlu memaksakannya. Pada kondisi ini, hal yang lebih utama adalah menyelamatkan bayi dari ancaman kematian dan gangguan tumbuh kembang di kemudian. Misalnya saja, bayi mengalami gangguan pernapasan sehingga perlu pertolongan segera.

IMD pada bayi prematur dapat dilakukan dalam bentuk Perawatan Metode Kanguru (PMK) yang nilainya tak kalah “mulia” daripada IMD pada bayi lahir cukup bulan dan sehat. Bukankah salah satu tujuan dilakukannya IMD adalah adanya kontak kulit-ke-kulit antara bayi dengan ibu? Hal ini juga dilakukan dalam PMK, bahkan dapat dalam waktu lebih lama dan intens. PMK terbukti meningkatkan ikatan batin ibu-bayi, keberhasilan pemberian ASI eksklusif, berat badan bayi naik signifikan, dan bayi prematur yang dirawat di rumah sakit lebih cepat pulang ke rumah.

 

Referensi:

1. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, et.al (Ed.), Breastfeeding Sick Babies, Jakarta: Balai Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2015.

2. Luh Karunia Wahyuni, Pemberian Minum Bayi Prematur, Jakarta: PB PERDOSRI, 2016.

Sumber Gambar: riverainsphotography.com

 

 





Artikel Terkait



Komentar


Silahkan login