Foto Rontgen Pada Anak, Berbahayakah?

1 tahun yang lalu
Oleh : dr. Evita Karianni Bermanshah Ifran Sp.A (K)


Pemeriksan foto rontgen, seperti foto dada dan foto perut, merupakan pemeriksaan pencitraan menggunakan radiasi pengion tersering pada anak. Pemeriksaan ini membantu dokter mencari penyebab gejala-gejala yang ditemukan pada anak, misalnya sesak pada bayi prematur, batuk yang berkepanjangan, adanya demam yang tidak diketahui penyebabnya, perut yang membesar, muntah berwarna hijau, atau pada anak yang mengalami trauma. Berbahayakah pemeriksaan  foto rontgen bagi anak? Pertanyaan itu sering dilontarkan orang tua. Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaskud dengan pemeriksaan rontgen.

Apakah pemeriksaan rontgen itu?

Pemeriksaan rontgen adalah pemeriksaan pencitraan menggunakan radiasi pengion (sinar x) dosis rendah untuk melihat organ dan struktur tubuh kita. Nama Rontgen diambil dari nama penemu sinar x pertama kali, Wilhem Conrad Rontgen pada tahun 1895. Penemuan ini membuat dokter dapat mengetahui kelainan yang ada di dalam tubuh tanpa harus melakukan pembedahan. Sejak saat itu penggunaan sihar x dalam bidang kedokteran terus dikembangkan, misalnya pemeriksaan CT scan. Dengan tehnik ini kelainan yang ditemukan terlihat lebih jelas, diagnosis lebih tepat serta penangan terhadap anak menjadi lebih cepat.

Kelemahannya, pemeriksaan CT scan memberikan radiasi yang jauh lebih besar dibandingkan pemeriksaan radiologi konvesnional. Anak yang sedang tumbuh kembang sangat rentan terhadap radiasi, bila diperlukan pemeriksaan CT scan harus atas pertimbangan yang jelas, terutama bila pemeriksaan pencitraan rontgen konvensional atau pemeriksaan non radiasi seperti USG (Ultrasonografi) dan MRI  (Magnetic Resonance Imaging) tidak dapat untuk menegakkan diagnosis atau fasilitas tersebut tidak tersedia. Perlu dipertimbangkan apakah keuntungan yang didapat dengan melakukan pemeriksaan rontgen lebih besar dari risiko yang dihadapi anak. Sering kali pemeriksaan rontgen sangat diperlukan untuk menyelamatkan anak dari kematian. Dokter melakukan pemeriksaan radiologi baik konvensional maupun CT scan bertujuan untuk memastikan diagnosis. As low as reasonably achievable (ALARA) selalu menjadi landasan setiap dokter maupun petugas kesehatan dalam menetukan kapan dan  jenis pemeriksaan pencitraan apa yang perlu dilakukan.  

Berbahayakah pemeriksaan foto röntgen bagi anak saya?

Kecemasan akan bahaya radiasi selalu mengahantui orang tua bila anaknya memerlukan pemeriksaan foto rontgen. Selain dari alat medis, radiasi juga terdapat disekitar kita, misalnya berasal dari sinar kosmos dan benda-benda di sekitar kita yang secara alamiah mengeluarkan radiasi. Sering hal ini tidak disadari. Besarnya radiasi dari alat medis yang diterima anak tergantung dari jenis pemeriksaannya. Pada foto rontgen dada, dosis radiasi yang diberikan sangat kecil. Radiasi yang diterima dari satu pemeriksaan foto rontgen dada setara dengan radiasi yang kita dapat secara alamiah dari lingkungan sehari-hari selama 10 hari. Walaupun demikian foto rontgen tidaklah aman secara keseluruhan. Bila pemeriksaasn foto dada atau perut dilakukan dengan CT scan maka dosis radiasi yang diterima jauh lebih besar. Kelebihannya, pada CT scan gambar yang didapat jauh lebih jelas dan lebih rinci. Dosis radiasi yang sangat besar pada pemeriksaan CT scan menyebabkan pemeriksaan ini kurang disukai, pemeriksaan ini hanya dilakukan bila diperlukan data yang lebih rinci yang tidak terlihat dengan foto rontgen konvensional, serta tidak dapat diganti dengan pemeriksaan alternatif lain yang tidak menggunakan radiasi, seperti pemeriksaan USG atau MRI, atau bila tidak terdapat fasilitas pemeriksaan lain di RS tersebut.

Risiko radiasi bersifat kumulatif sepanjang hidup. Anak yang memiliki kemungkinan hidup lebih lama dari orang dewasa tentu saja mempunyai risiko yang lebih besar terhadap risiko radiasi. Semakin besar sinar x yang terkumpul baik dari alat medis maupun dari benda-benda yang mengeluarkan radiasi di alam atau disekitar kita, akan semakin besar risiko radiasi dikemudian hari. Pemeriksaan radiologis yang menggunakann sihar x harus dibatasi penggunaannya berdasarkan indikasi yang tepat dengan mempertimbangkan keuntungan yang didapat lebih besar daripada risiko yang dihadapi anak. Lingkungan yang mengeluarkan radiasipun harus dihindari. 

 

Sumber Gambar: twitter.com





Artikel Terkait



Komentar


Silahkan login