Kapan Bayi Harus Ganti Ukuran Popok?

1 tahun yang lalu
Oleh : dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp. KFR (K)


Selain menjaga kebersihan dan kulit bayi tetap kering dalam penggunaan popok, ukuran pun tak bisa asal pakai. Ukuran popok yang kekecilan atau kebesaran yang dipakai bayi sama-sama menimbulkan risiko yang membuat bayi merasa tidak nyaman, bahkan gangguan kesehatan.

Ukuran yang pas

Berbeda dengan enggunaan popok kain yang tidak berubah selama penggunaan, popok sekali pakai memiliki berbagai ukuran berdasarkan berat badan. Selain itu juga dapat ditentukan berdasarkan tinggi badan, lingkar pinggang, dan lingkar paha bayi.

  • Pilih ukuran popok yang sesuai dengan bayi.

  • Hindari penggunaan popok yang terlalu ketat. Jika popok meninggalkan bekas di pinggang dan kaki bayi, berarti popok terlalu sempit.

  • Popok yang ukurannya sedikit lebih besar akan meminimalkan kontak urin atau feses dengan kulit bayi, sehingga kulit tetap kering.

  • Ukuran yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko urin tidak tertampung pada popok sehingga merembes keluar.

Tanda-tanda harus ganti ukuran popok

  • Popok tampak ketat di sekitar pinggan dan paha, atau meninggalkan bekas.

  • Pada popok tipe berperekat, untuk menahan popok saat dipakai hanya dapat direkatkan ujungnya.

  • Saat popok dipakai bayi, terlihat kekecilan dan berada di bawah pusar.

  • Saat ada urin dan feses di popok, lekas bertambah banyak sehingga bocor.

  • Berat badan bayi bertambah dan melebihi rentang berat badan untuk ukuran popok yang dipakai saat ini


 

Referensi:

1. Luh Karunia Wahyuni, Kupas Tuntas Popok, Jakarta: PB PERDOSRI, 2016.

Sumber Gambar: Smarterfresh.com

 

 





Artikel Terkait



Komentar


Silahkan login