Kenapa Harus Dilakukan Rontgen Pada Anak ?

1 tahun yang lalu
Oleh : dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp. KFR (K)


Pemeriksaan menggunakan sinar x sering dilakukan di ruang perawatan intensif bayi (Neonatal Intensive Care Unit) dan tidak dapat dihindari. Berbagai macam keadaan pada bayi memerlukan pemeriksaan rontgen, antara lain bayi yang lahir prematur sering mengalami sesak napas akibat kurangnya kandungan surfaktan yaitu zat yang diperlukan untuk mempertahankan paru agar tidak kolaps. Pemeriksaan foto rontgen dada akan memperlihatkan derajat beratnya kekurangan surfaktan tersebut sehingga dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemberian surfaktan pada bayi tersebut atau cukup dengan alat bantu napas saja, sehingga bayi terhindar dari kematian. Adanya ketuban hiijau kental saat anak lahir serta distres pernapasan bayi setalah lahir perlu dilakukan pemeriksaan foto rontgen dada untuk memastikan bayi menghisap ketuban yang tercampur dengan mekonium (kotoran bayi baru lahir) atau disebabkan oleh infeksi atau keadaan lain, sehingga dapat diberikan penangan yang sesuai dengan kelainan yag ditemukan pada foto rontgen dada. Keadaan lain, bila anak selalu muntah bila diberikan minum setelah lahir atau beberapa jam setelah lahir, harus dilakukan pemeriksaan foto rontgen perut untuk menentukan kelainan pada bayi tersebut. Keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan kematian.

Kondisi bayi atau anak yang sakit berat memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Walaupun terdapat alternatif pemeriksaan MRI yang tidak memberikan radiasi pada anak, namu anak yang dalam keadaan kritis dan tidak stabil tidak dapat dibawa ke fasilitas pemeriksaan MRI yang terletak jauh. Sebaliknya alat pemeriksaan rontgen konvensional dapat dibawa ke ruang rawat dan pemeriksaan dapat dilakukan di tempat tidur anak. Keluarga akan mendapatkan penjelasan mengapa diperlukan pemeriksaan radiologi serta apa kegunaan pemeriksaan tersebut. Bila kebutuhan akan alat diagnotik radiologi diabaikan maka penanganan anak akan tidak optimal bahkan dapat menimbulkan kematian akibat keterlambatan diagnosis atau pengobatan yang hanya berdasarkan perkiraan saja. Dokter akan berhati-hati dalam memilih alat radiologi yang diperlukan. Risiko radiasi yang dihadapi bayi atau anak pada pemeriksaan rontgen lebih kecil dibandingkan risiko kematian yang dihadapi akibat keterlambatan diagnosis serta tatalaksana yang tidak adekuat. 

 

Sumber Gambar: Medikoe.com





Artikel Terkait



Komentar


Silahkan login