Mengapa Bayi Prematur Tak Mau Disusui?

1 tahun yang lalu
Oleh : dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp. KFR (K)


Sebenarnya bukan tidak mau. Bayi prematur seperti enggan disusui karena kondisi fisiknya yang memang belum cukup matang (immature). Berbagai organ tubuhnya seperti oromotor (gerak mulut) belum matang, khususnya pada bayi sangat prematur (usia kehamilan <32 minggu) dan ekstrim prematur (usia kehamilan <28 minggu), sehingga terkadang membutuhkan alat bantu seperti pipa orogastrik (orogastric tube, OGT), yaitu selang kecil yang fleksibel, terbuat dari plastik, yang dimasukkan dari mulut bayi menuju lambung.

Proses normal bayi minum

Bagi bayi yang lahir cukup bulan dan sehat, minum merupakan stimulasi sensori yang penting dan sangan tergantung pada sinkronisasi aktivitas mengisap, menelan, dan bernapas yang merupakan satu rangkaian. Proses mengisap harus diawali oleh input taktil (raba) pada daerah sekitar mulut yang akan menstimulasi refleks rooting, yaitu gerakan bayi menemukan sekaligus mencengkramkan bibir pada puting payudara ibu.

Proses mengisap akan dilanjutkan dengan proses menelan, yang berlangsung secara refleks. Artinya, begitu cairan yang diisap dan menyentuh kerongkongan bayi, maka akan terjadi rangkaian gerakan simultan di luar kesadaran bayi, yaitu berupa penutupan saluran ke hidung dan saluran pernapasan bawah, serta pembukaan kerongkongan ke arah lambung sehingga cairan masuk ke lambung.

Kesulitan minum bayi prematur

Untuk dapat minum dengan bauj, bayi memerlukan koordinasi antara pola mengisap-menelan-bernapas. Pada bayi prematur, irama mengisap baru berkembang pada usia 32-40 minggu, dan selanjutnya pada usia 40 minggu mereka akan mencapai tingkat yang tidak dapat dibedakan dengan bayi cukup bulan. Selama 8 minggu periode pematangan tersebut, terjadi peningkatan proses menyusu dan menelan.

Beberapa faktor yang dapat menimbulkan kesulitan minum pada bayi prematur adalah:

  • Sistem kardiovaskular, pernapasan, susunan saraf pusat dan otot-otot oromotor belum berkembang.

  • Gangguan koordinasi proses mengisap-menelan-bernapas. Hal ini akibat bayi sulit mengontrol pernapasannya atau pematangan sistem sarafnya belum optimal.

  • Gangguan kontrol pergerakan oral, biasanya karena proses kematangan organ oral yang belum optimal atau kurangnya pengalaman sensoris fungsi oralnya sehingga fungsi mengisapnya menjadi buruk. Selain itu, terjadi gerakan tidak ritmik pada rahang dan lidah bayi, serta penurunan stabilitas rahangnya. Kurangnya tenaga dan kendali struktur oral bayi akan mengakibatkan kompresi atau penekanan puting payudara ibu ke langit-langit mulut bayi ketika mengisap payudara jadi berkurang; bibir tidak mengunci sempurna dan terjadi tarikan pada bibir.

  • Gangguan kewaspadaan (alertness) pada bayi prematur untuk minum secara spontan dan ketika minum menunjukkan ketidakmauan, seperti tidak berselera serta kembali tidur dengan cepat.

 

Syarat minum mandiri

Lalu, kapan bayi prematur siap diberi minum? Stabilitas fisiologis pada bayi dan status kesadarannya merupakan komponen penting dalam keberhasilan bayi untuk minum. Hal ini karena bayi harus menjadi partisipan yang aktif dalam proses minum.

Untuk dapat menyusu dengan baik dari payudara ibu, seorang bayi memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Kondisi medis stabil.

  • Tidak ada gangguan pernapasan selama minum.

  • Mampu bangun dan mempertahankan kesadaran saat minum.

  • Mampu mengontrol posisi tubuh pada garis tengah tubuhnya serta dapat mengarahkan tangan ke wajah dan mulutnya.

  • Ada refleks oral yang protektif, seperti refleks batuk dan muntah.

  • Menunjukkan pola mengisap yang ritmik.

  • Memiliki koordinasi mengisap, menelan dan bernapas yang baik.


Referensi:

1. Luh Karunia Wahyuni, Pemberian Minum Bayi Prematur, Jakarta: PB PERDOSRI, 2015.

Sumber Gambar: thedailybeast.com

 

 

 





Artikel Terkait



Komentar


Silahkan login