Skrining Mata Pada Bayi prematur

1 tahun yang lalu
Oleh : Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo Sp. A (K)


Retinopathy of Prematurity (ROP) merupakan kelainan vasoproliferatif berupa neovaskularisasi retina pada bayi prematur. Pada usia kandungan 16 minggu, pembuluh darah pada retina bayi belum terbentuk. Pembuluh tersebut akan terbentuk seiiring dengan meningkatnya usia kehamilan. Ada beberapa faktor yang diduga menyebabkan ROP, dan kebanyakan dari faktor tersebut dapat dicegah. Faktor tersebut adalah infeksi berat, transfusi darah berulang, ketidakmampuan bayi bernapas spontan dan teratur pada saat lahir (asfiksia), dan penggunaan terapi oksigen yang tidak terpantau dan/atau lebih dari 7 hari.

 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama denga Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) membuat suatu kesepakatan mengenai skrining dan tata laksana ROP di Indonesia. Semua bayi prematur dengan berat lahir <1500 gram atau usia kehamilan <34 minggu wajib dilakukan skrining ROP pada saat berusia 2 sampai selambat-lambatnya 4 minggu. Pemeriksaan selanjutnya akan diulang sampai bayi prematur mencapai usia koreksi 40-42 minggu, atau sesuai dengan saran dokter mata.

Bayi prematur dengan berat lahir >1.500 gram dan/atau usia kehamilan >34 minggu dapat dilakukan skrining ROP atas permintaan dokter anak dengan memperhatikan berbagai hal. Berbagai hal yang dapat dipertimbangkan untuk melakukan skrining ROP tersebut, misalnya penggunaan alat bantu napas >5-7 hari, mendapat transfusi darah berulang, dll. Keterlambatan skrining ROP hingga bayi mencapai usia koreksi >40 minggu, sering menyebabkan kegagalan yang berakhir dengan kebutaan. Sangatlah penting dilakukan skrining ROP sejak dini sehingga penanganan dan stimulasi visual untuk memperbaiki fungsi penglihatan anak dapat optimal.

 

Referensi:

 

  1. Dewi R, dkk. Skrining Retinopathy of Prematurity di Rumah Sakit dengan Fasilitas Terbatas. Sari Pediatri, Vol. 14, No. 3, Oktober 2012.
  2. Graziano RM, dkk. Frequent Ophthalmologic Problems and Visual Development of Preterm Newborns Infants. J Pediatr (Rio J). 2005;81(1 Suppl):S95-S100.
  3. Rohsiswatmo R. Retinopathy of prematurity : Prevalence and risk factors. Paediatrica Indonesiana, Vol. 45, No. 11-12 • November - December 2005.
  4. Badriah C, dkk. Prevalence and risk factors of retinopathy of prematurity. Paediatr Indones, Vol. 52, No. 3, May 2012.

Sumber Gambar: umoove.me





Artikel Terkait



Komentar


Silahkan login

Retno wahyuwidayati 1 tahun yang lalu
Artikel ini sangat membantu saya dlm menambah pengetahuan saya, anak ke tiga saya sekarang sdg di nicu, dan baru skrining pencernaan karena meluhat kenapa penyerapan lambat pada asi dan nutrisi yg diberikan. Setelah dicek hasil nya pd pencernaan nya masih dlm batas aman. Apakah memang bayi premature agak lama dlm penyerapan nutrisi? Atau apa yg harus diwaspadai? Mihon info nya dok. Tq